Yah…Gitulah…

Seorang guru yang katanya ‘Maha’, bertanya pada rekanku. “Mengapa harus ada pelajaran IPS yang membuat rancu semua?” Seandainya ia bertanya padaku, mungkin aku akan melontarkan pertanyaan juga kepadanya. “ Mengapa harus ada orang-orang sepertimu di negeriku, yang dengan sok tahunya menghancurkan semua?”

            Bagiku kehadirannya adalah salah satu bentuk penjajahan modern. Imperialisme baru. Rantai belenggu yang canggih. Bukan mengekang secara fisik, tapi lebih ke arah psikis. Mencoba mencuci otak kita, bahwa semua yang berasal dari ‘barat’ adalah yang ‘ter-‘.; terbaik, terhebat, tercanggih, tersegalanya. Dan mereka menebarkan racun sejak dari bawah, dari generasi muda. Menciptakan bibit-bibit untuk malu kepada bangsanya, malu kepada asal muasalnya dan akhirnya malu kepada dirinya sendiri.

            Bahkan muridku malu kepada bahasanya sendiri: Bahasa Indonesia. Berbagai alasan mereka lontarkan agar mereka tetap dapat memanggilku ‘Miss’ dan bukan ‘Ibu’. Beberapa contoh alasan mereka adalah; aku terlalu muda untuk sebutan Ibu, panggilan Ibu nggak keren, sampai sulit melafalkan kata Ibu. Ohhh… racun imperialisme sudak menyebar ke otak mereka. Kecil-kecil mereka sudah harus terjajah pemikirannya. Virus Anglofilia mendekam di anak-anak sekecil itu.

            Belum lagi anggapan jika tidak menguasai bahasa asing, khususnya Inggris, artinya tidak keren, tidak gaul, kuno, terbelakang, primitif sampai nyaris dicap idiot dan makhluk purba. Bahkan ada beberapa orang yang selalu menyisipkan kata-kata berbau bahasa Inggris, hanya untuk dicap berpendidikan. Padahal mereka sama dengan pedagang-pedagang pasar zaman sastra melayu tionghoa dulu. Membuat rusak struktur bahasa dan menjadikan telinga pendengarnya gatal. Apalagi dicampur dengan Bahasa Inggris berdialek daerah. Astaga, seperti menonton acara lawak saja.

            Mungkin mereka malu menjadi bangsa

Indonesia

. Bangsa yang selalu ditimpa bencana. Bangsa dengan angka korupsi terbesar di dunia. Bangsa yang penduduknya bermental budak, hanya mampu menjadi pesuruh, tak mampu pegang kendali. Hanya mampu mengemis, tak mampu memberi. Masyarakatnya punya

gaya

selangit, walaupun dari hasil kredit. Ya, itulah

Indonesia

. Indonesiaku.

            Kutetap orang

Indonesia

karena yang kuhirup udara

Indonesia

walaupun penuh polusi. Kuminum air

Indonesia

walaupun sarat dengan mercuri. Dan darah yang mengalir deras di tubuhku adalah darah

Indonesia

, walau ku tak pernah yakin siapa yang menabur benih. Aku: orang

Indonesia

. Baik buruknya.

            Kuprihatin dengan bentuk penjajahan baru ini. Kukhawatir dengan sistem pencucian otak ini. Kubersedih dengan semua keadaan ini. Tapi aku hanya orang

Indonesia

yang selalu bertumpu pada kata pasrah dan ikhlas. Maka tulisan ini hanya sekedar menjadi tulisan. Biarkan semua mengalir. Kuikhlaskan semua yang terjadi.

Hari ini nasionalismeku tertusuk dan perih

8 Responses to “Yah…Gitulah…”

  1. Della Says:

    Iya Lus,gw setuju. Kadang-kadang gw juga nyelipin bahasa Inggris sih, tapi nggak sering-sering. Apalagi kalo ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Norak, menurut gw loh ya. Makanya lo buruan nikah, lahirkan banyak anak dan didiklah mereka untuk mencintai bahasa Indonesia,hehe..

  2. You-knee Says:

    Hehehe…disadari atau tidak terkadang elu, gw, dan yang lain juga menyelipkan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Entah disengaja atau tidak? :) Toh diakui atau tidak, bahasa Inggris memang sudah menjadi bahasa Internasional kan? Coba lihat buku2 pegangan kita waktu kuliah, meskipun sastra Indonesia kita sering diberi bahan bacaan yang berbahasa Inggris kan?
    Kalo gw lebih suka menjadi orang yang bisa berbahasa Inggris tapi tidak menghilangkan kebanggan gw sebagai bangsa Indonesia dengan bahasanya Bahasa Indonesia.
    Gak rugi kok kita mengenal bahasa Inggris, kalau perlu kenalilah bahasa2 asing yang lain. :)

  3. lucyana Says:

    bukan bisa atau nggaknya berbahasa inggris yang dipermasalahkan, tapi dasar pendidikan yang menganggap bahasa Indonesia itu bahasa remeh yang nggak bernilai. bagaimana mau menghargai bahasa sendiri dengan sistem pendidikan seperti sekarang ini? pendidikan berorientasi barat itu kan terutama di kalangan ‘berada’yang katanya calon pemimpin bangsa. nah, calon pemimpin bangsanya aja kayak gitu, gw sih cuma sebagai buruh. ga punya kuasa apa2. seperti yang sudah gw bilang, ini cuma sekedar tulisan uneg2 aja ;p

  4. lucyana Says:

    o,ya…satu lagi pertanyaan gw. siapa yg menjadikan bahasa inggris itu penting? kenapa masyarakat Jepang gak merasa malu mereka tidak bisa bahasa Inggris? karena mereka punya kebanggaan berbangsa yang kuat. klo sampe merasa malu gak bisa berbahasa asing lain, tanya deh sama diri sendiri. pasti ada perasaan minder minded yang lain…^_^

  5. You-knee Says:

    Coba simak kembali tulisanmu Lus.
    Tidak masalah bisa atau tidak kita berbahasa Inggris, tapi apakah kita juga sudah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar?
    Sudahkah kita menunjukkan bagaimana berbahasa Indonesia dengan benar tanpa menyisipkan bahasa asing (yang sudah ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia) ke dalam bahasa kita? atau bahkan mecampurkan satu atau dua kalimat dalam ucapan dan tulisan kita sendiri :).
    Bangsa Jepang tidak merasa malu karena tidak berbahasa Inggris? Sudah hampir tiga tahun gw mendengarkan lagu2 Jepang (Anime) punya adik gw dan dari lirik yang gw dengar, sering sekali mereka menyisipkan bahasa Inggris ke dalam lagu2 mereka. Lalu ini apa namanya?
    Mungkin ini adalah tantangan buat elo sebagai guru bagaimana membuat murid2 elo mencintai bahasa Indonesia dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Meskipun posisi elo saat ini sedang sangat sulit apalagi dengan perubahan sistem di sekolah :). Elo pasti bisa Lus… :) Hidup Ibu Lusi.

  6. lucyana Says:

    kayaknya banyak yang menginginkan gw cepat menikah. amieenn… ;)) tapi kayaknya lagi kalo gw nikah anaknya bakalan berbahasa betawi dengan lancar daripada berbahasa Indonesia. hiks…

  7. Della Says:

    Wuahahahaha..jadi dah positif ni sama Abang Somad? (nggak usah gw rahasiain lagi kan,toh seluruh dunia dah tau kalo kalian pacaran ^0^)
    Gw doain smoga lancar tanpa satu pun kehilangan iman masing-masing, amin..

  8. You-knee Says:

    Amin…juga :)

Leave a Reply