In the middle of the sin
Thursday, September 7th, 2006Ketikaku beranjak dewasa, satu pertanyaan terus berkembang di dada. Apakah Tuhan itu menciptakan agama? Kugumuli buku-buku, kucecar para guru, jawablah pertanyaan itu!
Bila Tuhan menciptakan agama, apakah agamaNYA? Mengapakah begitu banyak agama di dunia dan mangapakah kita tidak menganut satu agama saja?
Agama yang mengkotak-kotakkan manusia, memisahkan kita. Dunia yang begitu kecil, semakin sempit terhimpit perbedaan. Apakah Tuhan begitu sombong, hanya memberitahikan rahasianya pada orang-orang pilihan, orang-orang yang menjalankan ibadahnya? Padahal kita semua adalah ciptaanNYA, suka atau tidak. Apakah ada manusia yang meminta dengan sengaja untuk diciptakan?
Dan bila Tuhan tidak menciptakan agama, mengapa banyak orang yang yakin bahwa agamanyalah yang terbaik? Berperang demi agamanya, mati demi keyakinannya, menjalankan ibadahnya dengan sungguh-sungguh, mencerca orang-orang yang berbeda dengannya.
Mencoba menutupi perbedaan, tapi semakin mempertajam jurang pemisah. Berbagai hukum yang dituliskan, memperjelas kotak-kotak yang ada.
Aku hanyalah satu, terbuang dari berbagai sudut. Tak bisa menyangkal, karena dia memang ada. Kuyakinin keberadaanNYa dari setiap sel tubuhku, setiap ruang pemikiranku dan setiap lipatan hatiku. Kusangsikan peraturanNYA melalui lakuku, setiap ucapan dari bibirku dan aksara yang keluar dari tanganku.
Ya Tuhan, jika ini adalah durhaka, aku hanya sekedar bertanya. Karena agama-agamaMu, menghimpit batinku.
di perbatasan dosa